Jumat, 19 November 2010
my duty
Komunikasi Terapeutik Bagi Lansia

Di susun oleh Kelompok :
1. Chilya Qurrota A`yun (5)
2. Dina Fadhila M (7)
3. Mahardika Fatkhuriza (14)
4. Natura Mentari C (17)
5. Siti Halimah (25)
PRODI DIII AKUPUNKTUR
POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA
Jalan Letjen Sotoyo Mojosongo
Kata Pengantar
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang talah memberikan kesempatan kepada kita untuk dapat menyelesaikan tugas makalah mengenai komunikasi terapeutik pada lansia.
Makalah ini kami susun guna melengkapi tugas yang diberikan oleh dosen pembimbing komunikasi terapeutik yaitu Ibu Endang Caturini, S.Kep pada hari rabu tanggal 06 Oktober 2010.
Tim penyusun menyadari bahwa laporan ini tidak dapat tersusun dengan baik tanpa ada bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yaitu Ibu Endang Caturini, S.Kep yang telah menbantu memperbaiki karya ini. Terima kasih kepada Bp. Hanung Prasetya, S. Kp., Msi yang memberi masukan kepada kami. Kami berharap agar penulisan makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan untuk perbaikan makalah di masa mendatang.
Surakarta, 11 Oktober 2010
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL............................................................................................1
KATA PENGANTAR............................................................................................2
DAFTAR ISI........................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
a. Latar belakang..................................................................................4
b. Tujuan..............................................................................................5
c. Pentingnya komunikasi terapeutik bagi lansia...................................5
BAB II KONSEP KOMUNIKASI TERAPEUTIK BAGI LANSIA.....................6
BAB III SKENARIO PENERAPAN KONUNIKASI TERAPEUTIK PADA LANSIA............................................................................................................8
BAB IV PENUTUP
a. Kesimpulan......................................................................................10
b. Saran................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................13
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Komunikasi merupakan proses kompleks yang melibatkan perilaku dan memungkinkan individu untuk berhubungan dengan orang lain dan dunia sekitarnya.
Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien. Teknik komunikasi terapeutik merupakan cara untuk membina hubungan yang terapeutik dimana terjadi penyampaian informasi dan pertukaran perasaan dan pikiran dengan maksud untuk mempengaruhi orang lain (Stuart & sundeen,1995).
Komunikasi terapeutik termasuk komunikasi interpersonal dengan titik tolak saling memberikan pengertian antar tenaga kesehatan dengan pasien. Persoalan mendasar dari komunikasi ini adalah adanya saling kebutuhan antar tenaga kesehatan dan pasien, sehingga dapat dikategorikan ke dalam komunikasi pribadi di antara tenaga kesehatan dengan pasien, petugas membantu dan pasien menerima bantuan.
Komunikasi terapeutik bukan pekerjaan yang bisa dikesampingkan, namun harus direncanakan, disengaja, dan merupakan tindakan profesional. Akan tetapi, jangan sampai karena terlalu asyik bekerja, kemudian melupakan pasien sebagai manusia dengan beragam latar belakang dan masalahnya (Arwani, 2003 50).
Hubungan terapeutik antara dokter, petugas, dan tenaga kesehatan lain dengan klien adalah hubungan kerja sama yang ditandai dengan tukar menukar perilaku, perasaan, pikiran dan pengalaman dalam membina hubungan intim yang terapeutik. Pada dasarnya komunikasi terapeutik merupakan komunikasi profesional yang mengarah pada tujuan yaitu penyembuhan pasien.
Manfaat komunikasi terapeutik adalah untuk mendorong dan menganjurkan kerja sama antara perawat dan pasien melalui hubungan perawat dan pasien. Mengidentifikasi. mengungkap perasaan dan mengkaji masalah dan evaluasi tindakan yang dilakukan oleh perawat (Indrawati, 2003 : 50).
B. Tujuan
Tujuan komunikasi terapeutik salah satunya membantu pasien untuk memperjelas dan mengurangi beban perasaan dan pikiran serta dapat mengambil tindakan yang efektif untuk pasien, membantu mempengaruhi orang lain, lingkungan fisik dan diri sendiri.
Kualitas tenaga kesehatan yang diberikan kepada klien sangat dipengaruhi oleh kualitas hubungan tenaga kesehatan-klien, bila tenaga kesehatan tidak memperhatikan hal ini, hubungan tenaga kesehatan-klien tersebut bukanlah hubungan yang memberikan dampak terapeutik yang mempercepat kesembuhan klien, tetapi hubungan sosial biasa.
C. Pentingnya Komunikasi terapeutik bagi lansia
Terkadang pada lansia berumur 60tahun keatas di bebankan pada beberapa pemikiran baik yang bersifat subyektif maupun obyektif, itulah yang menyebabkan kebanyakan manusia lanjut usia mengidap beberapa penyakit salah satunya adalah hipertensi. Stres yang berlebihan akan memicu system saraf simpati sehingga meningkatkan aktifitas jantung dan tekanan pembuluh darah. Disini lah kinerja komunikasi terapeutik sangat dibutuhkan oleh penderita hipertensi. Pasalnya penderita penyakit ini sering dikaitkan dengan pengontrolan emosi jiwa dalam kesehariannya. Perlunya tukar menukar pikiran, perilaku dan perasaan untuk mempengaruhi kinerja system saraf yang akan mendorong pada pola pikir si penderita untuk kesembuhannya.
BAB II
KONSEP KOMUNIKASI TERAPEUTIK BAGI LANSIA
A. Isi
Pada proses penyembuhan penderita hipertensi pada usia lansia diperlukan beberapa konsep yang mendasari tahan penyembuhan dengan menggunakan komunikasi terapeutik antar tenaga kesehatan-pasien. Beberapa konsep yang mendasari tersebut adalah sebagai berikut :
1. Pengkajian
Pengkajian tahap awal dari proses tenaga kesehatan dan merupakan suatu proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai sumber data untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan klien. Tahap pengkajian merupakan pemikiran dasar dalam memberikan asuhan perawatan sesuai dengan kebutuhan individu. Pengkajian yang lengkap, akurat, sesuai kenyataan, kebenaran data sangat penting untuk merumuskan suatu diagnosa keperawatan dan dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan respon individu.
2. Perencanaan
Dalam proses penyembuhan terhadap penderita hipertensi, sebelum ke tahap pelaksanaan perlu adanya perencanaan sebagai tahan lanjutan dari pengkajian. Dalam perencanaan ini tenaga kesehatan berupaya menyusun tahapan-tahapan yang akan di laksanaan pada proses penyembuhan pasien tersebut.
3. Pelaksanaan
Pelaksanaan merupakan tindak lanjut dari tahap pengkajian dan perencanaan agar terjadi kesinambungan proses penyembuhan antara tenaga kesehatan-pasien untuk mencapai hasil yang maksimal. Dalam pelaksanaan ini kesatuan perasaan, pola pikir dan perilaku harus dikaitkan agar terjadi keselarasan komunikasi.
4. Evaluasi
Dalam mengadakan sebuah proses evaluasi, terdapat beberapa hal yang akan dibahas yaitu apa yang menjadi bahan evaluasi, bagaimana proses evaluasi, kapan evaluasi diadakan, mengapa perlu diadakan evaluasi, dimana proses evaluasi diadakan, dan pihak yang mengadakan evaluasi. Hal yang perlu dilakukan evaluasi tersebut adalah narasumber yang ada, efektifitas penyebaran pesan, pemilihan media yang tepat dan pengambilan keputusan dalam mengadakan pengkoreksian terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Evaluasi tersebut perlu diadakan dengan tujuan untuk menghindari kesalahan penyembuhan yang telah dilakukan.
BAB III
SKENARIO KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA LANSIA
Untuk menindak lanjuti konsep yang telah terpapar dalam fase komunikasi terapeutik untuk lebih mempercepat tahap penyembuhan pada lansia kami melakukan praktek-praktek Komunikasi Terapeutik sebagai berikut :
Datang seorang nenek yang telah lanjut usia dengan keluhan Hypertensinya.
Nenek : Assalamu’alaikum
Akupunkturis : wa’alaikum salam, ada yang bisa saya bantu Nek?”
Nenek : iya mbak, badan saya sakit mbak
Akupunkturis :nama nenek siapa?
Nenek : saya nenek Imah mbak,
Akupunkturis : yang sakit bagian mana nek?
Nenek : kaki saya sering bengkak, pundak rasanya tegang dan pegal-pegal mbak”
Akupunkturis : pusing-pusing tidak nek?
Nenek : iya mb,
Akupunkturis : pusingnya dikepala bagian belakang ya Nek?
Nenek : “iya,
Akupunkturis : saya cek tekanan darahnya dulu ya nek..
(Tekanan darah nenek Imah 180/90, angka 180 menunjukkan tekanan pada pembuluh arteri ketika jantung berkontraksi. Disebut dengan tekanan sistolik. Angka 90 menunjukkan tekanan ketika jantung sedang berelaksasi. Disebut dengan tekanan diastolik. Tekanan darah ini menunjukkan bahwa Nenek Imah dalam kondisi Hypertensi yang sangat kurang baik.)
Akupunkturis : apakah nenek saat ini sedang merasa gugup atau pusing?
Nenek : iya mbak,
Akupunkturis : tekanan darah nenek sekarang 180/90, nenek sedang kurang sehat, apakah nenek bersedia untuk saya obati dengan tusuk jarum?
Nenek :ditusuk apanya? Pakai apa mbak?
Akupunkturis : dengan jarum ini nek (akupunkturis menunjukkan jarumnya), yang saya tusuk beberapa tempat dibadan nenek saja. Bagaimana nek? Tidak sakit, hanya sedikit semriwing saja. Seperti digigit semut.
Nenek : bahaya tidak mbak?
Akupunkturis : tidak, ini cara tradisional nek, tidak berefek samping insyaallah.
Nenek : iya mbak saya mau.
Akupunkturis : mari keruang terapi Nek.
(tusuk jarum pun dimulai, dan pada umumnya saat terapi sedang dilakukan klien merasa lebih rileks dan membuat para klien tertidur)
Setelah terapi akupunktur selesai dilakukan.
Akupunkturis :bagaimana nek? Sakit tidak?
Nenek :tidak mbak, alhamdulillah lebih segar.”
Akupunkturis :alhamdulillah, nenek makannya tolong dijaga ya.. jangan makan makanan yang asin-asin,tolong jangan banyak pikiran juga ya nek..
Nenek :iya mbak.. lha baiknya makan yang gimana mbak?
Akupunkturis :nenek makan makanan yang sehat nek, sayur-sayuran, banyak makan buah dan minum yang banyak ya nek, semoga nenek Imah cepat diberi kesembuhan.
Amien...
Nenek :amin, terimakasih mbak
Akupunkturis :sama-sama nenek.
Nenek :Assalamu’alaikum
Akupunkturis :Wa’alaikum salam.
BAB IV
Penutup
1. Kesimpulan
Komunikasi yang biasa dilakukan pada lansia bukan hanya sebatas tukar-menukar perilaku, perasaan, pikiran dan pengalaman dan hubungan intim yang terapeutik. Respon Perilaku juga harus diperhatikan, karena Pengkajian perilaku merupakan dasar yang paling penting dalam perencanaan keperawatan pada lansia. Perubahan perilaku merupakan gejala pertama dalam beberapa gangguan fisik dan mental. Jika mungkin, pengkajian harus dilengkapi dengan kondisi lingkungan rumah, ini menjadi modal pada faktor lingkungan yang dapat mengurangi kecemasan pada lansia.
Komunikasi adalah elemen dasar dari interaksi manusia yang memungkinkan seseorang untuk menetapkan, mempertaankan dan meningkatkan kontrak dengan oran lain karena komunikasi dilakukan oleh seseorang, setiap hari orang seringkali salah berpikir bawa komunikasi adalah sesuatu yang mudah. Namun sebenarnya adalah proses yang kompleks yang melibatkan tingka laku dan hubungan serta memungkinkan individu berasosiasi denan orang lain dan dengan lingkungan sekitarnya. Hal itu merupakan peristiwa yang terus berlangsung secara dinamis yang maknanya dipacu dan ditransmisikan.
Komunikasi terapeutik sangat membantu dalam penyembuhan penyakit hipertensi pada lansia. Umumnya penyakit hipertensi dikarenakan karena system saraf simpatik bekerja terlalu cepat yang dapat meningkatkan aktifitas jantung dan tekanan pembuluh darah, maka kebanyakan dari penderita hipertensi sering kali tidak bisa mengontrol emosional pada dirinya. Disaat itulah kerja komunikasi terapeutik sangat penting karena dapat menimbulkan terjadinya pertukaran perasaan serta perilaku antara tenaga kesehatan-pasien yang dapat mendorong penyembuhan pasien.
Dalam tahap penyembuhan penyakit hipertensi ini selain menggunakan komunikasi terapeutik, juga dapat menggunakan penyembuhan dengan terapi akupunktur secara bertahap pada pasien. Kemungkinan pasien akan menjalani terapi selama + 12kali terapi. Tetapi sebelum memulai tahap penyembuhan, ada beberapa fase yang harus dilakukan dalam terapi akupunktur dengan menggunakan komunikasi terapeutik agar penyembuhan ini berjalan lancar dan maksimal.
Ada 4fase yang harus dipenuhi terlebih dahulu dan harus dilakukan secara beruntut, yaitu : fase pengkajian, fase perencanaan, fase pelaksanaan, fase evaluasi. Apabila fase-fase ini dilakukan secara bertahap dan beruntut, kemungkian besar tujuan yang akan dicapai dapat dipenuhi yaitu kesembuhan pasien hipertensi.
2. Saran
1. Bagi tenaga kesehatan
Mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan terapi akupunktur menggunakan komunikasi terapeutik dengan fase pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk menunjang kesembuhan pasien secara maksimal.
2. Bagi pasien
Pasien sebaiknya melaksanakan terapi secara rutin dan didukung dengan perubahan pola pikir serta perilaku yang lebih kompleks agar pikiran pasien tidak selalu terbawa emosi yang akan memaksa kinerja system saraf simpatik.
3 Komunikasi pada lansia baiknya dilakukan secara bertahap supaya mudah dalam pemahamannya.
4. Lansia merupakan kelompok yang sensitive dalam perasaannya oleh sebab itu, saat komunikasi harus berhati-hati agar tidak menyinggung perasaannya.
Dalam tahap penyembuhan ini, pasien juga harus memperhatikan dan melaksanakan semua anjuran-anjuran dari akupunkturis yang telah diberikan untuk mencapai penyembuhan total dari penyakit hipertensi.
BAB V
DAFTAR PUSTAKA
http: //ad.mozzi.biz/index.php.data= ID
http: //dwiherawanners.bolgspot.com/2009/01/komunikasi-terapeutik-pasien-jiwa.html
http: //syakira-bolg.blogspot.com/2009/01/komunikasi-terapiutik.html
Widjaja. 2000. Ilmu Komunikasi. Jakarta : Rineka Cipta.
Anomin. 2004. Komunikasi Pada lansia. Diakses pada tanggal 07 November 2008 pukul 13.30 wib. Dari www.komunikasi lansia.com
Anomin. 2006. Komunikasi Terapeutik Lansia. Diakses pada tanggal 09 November 2008 pukul 10.30 wib. Dari www.e-psikologi.com
Kamis, 05 November 2009
cHemistRy penUh mistErYy
A.DESKRIPSI
Anda tentu pernah mengalami kekecewaan, karena barang yang anda miliki rusak karena berkarat. Sepeda, hiasan, mainan, alat dapur yang awalnya bersih menjadi rusak. Secara ekonomi, sangat besar biaya yang harus dikeluarkan untuk memperbaiki atau bahkan menganti barang-barang yang berkarat. Proses perkaratan pada barang-barang dari logam tersebut merupakan proses elektrokimia, dimana logam-logam tersebut berinteraksi dengan zat-zat kimia yang ada di lingkungannya sehingga terjadi reaksi redoks. Apakah proses elektrokimia selalu merugikan kita? Proses elektrokimia yang tidak terkendalikan akanbanyak merugikan kita. Tetapi perkembangan ilmu telah berhasil mengendalikan proses elektrokimia. Anda tentu pernah menggunakan barang-barang hasil proses elektrokimia. Baterai untuk menyalakan radio, kalkulator, atau jam tanganmu merupakan barang yang menggunakan proses elektrokimia. Contoh lain dari proses elektrokimia adalah pelapisan logam dengan logam lain. Coba amati komponen dari sepeda yang putih mengkIlap.Komponen tersebut terbuat dari besi yang sudah dilapisi krom. Sekarang sudah banyak barang-barang khususnya perhiasan yang berlapiskan perak atau emas.Sel elektrokimia mempelajari perubahandari reaksi kimia untuk menghasilkan listrik, sedangkan pada sel elektrolisisenergi listrik digunakan untuk melangsungkan terjadinya reaksi kimia. Selainitu juga akan dibahas proses perkaratan atau korosi.
B.URAIAN MATERI
Pada modul sebelumnya telah mempelajari bahwa dalam sebuah reaksi apabila sebuah unsur melepaskan elekron maka reaksi itu dinamakan reaksi oksidasi. Unsur yang melepaskan elektron itu menjadi lebih positif dan bilangan oksidasinya naik. Reaksi reduksi adalah reaksi dimana sebuah unsur menerima elektron. Unsur tersebut menjadi lebih bermuatan negatif dan bilangan oksidasinya turun atau berkurang. Reaksi reduksi dan oksidasi selalu terjadi bersama-sama , dikenal dengan reaksi redoks. Perhatikan barang-barang yang terbuat dari besi, misalnya pagar, tiang bendera, ember, paku dll. Apakah ada yang mengalami perkaratan?. Proses perkaratan yang sedang anda amatimerupakan salah satu contoh reaksi redoks. Logam besi bereaksi dengan oksigen yang ada di udara membentuk karat besi, reaksinya: Bagaimana mungkin bisa begitu mudahnya? Energi dalam reaksi oksidasi-reduksi dapat digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Baterai merupakan alat yang memungkinkan hal ini. Ketika Luigi Galvani menggunakan dua logam berlainan untuk menghasilkan arus listrik yang merangsang syaraf kaki katak, dia tidak tahu bahwa ia telah menemukan baterai. Baterai adalah sel elektrokimia. Baterai yang terbuat dari buah-buahan juga sel elektrokimia. Dalam suatu baterai, dua bagian reaksi redoks dipisahkan dan dipakai untuk memindahkan electron melalui kabel.
C.KONSEP APLIKASI REDOKS Sel Volta ( Sel Galvani )
Sel elektrokimia di mana reaksi oksidasi-reduksi spontan terjadi dan menghasilkan beda potensial disebut sel galvani. Dalam sel galvani energy kimia diubah menjadi energi listrik. Sel galvani juga sering disebut Sel Volta. Contoh sel galvani adalah baterai.
Terkadang perubahan kimia yang terjadi dalam sel galvani dapat dilihat dengan mudah, seperti sel galvani magnesium-tembaga yang ditunjukkan Gambar 1. Karena magnesium lebih mudah teroksidasi daripada tembaga, magnesium melepaskan elektron dan teroksidasi, membentuk ion Mg2+. Potensial anoda magnesium menjadi lebih negatif karena meningkatnya tekanan listrik dari elektron yang lepas. Pada saat yang sama, ion Cu2+ menangkap elektron dari elektroda tembaga dan direduksi ke logam tembaga. Potensial elektroda tembaga menjadi lebih positif karena tekanan listrik turun pada saat elektron dipindahkan dari katoda. Jika kabel dihubungkan pada kedua elektroda, arus mengalir dari elektroda magnesium ke elektroda tembaga, dan voltmeter pada rangkaian luar akan menunjukkan voltase 2,696 V.Energi yang dilepaskan sel dapat digunakan untuk menyalakan radio dengan menghubungkan kabel dari elektroda ke radio. Reaksi keseluruhan sel tembaga-magnesium ini adalah reaksi redoks.Mg(s) + Cu2+(aq) Mg2+(aq) + Cu(s)Apakah fungsi jembatan garam? Ketika setengah reaksi berlanjut, ion- ion magnesium dilepaskan ke larutan pada anoda, dan ion-ion tembaga pindah ke katoda. Ion-ion harus bisa bergerak bebas antara kedua elektroda untuk menetralkan muatan positif (kation Mg2+) yang dihasilkan pada anoda dan muatan negatif (anion) yang tertinggal pada katoda. Larutan ion-ion dalam jembatan garam dapat menetralkan muatan positif dan negatif dalam larutan dan mencegah timbulnya kelebihan muatan pada elektroda. Reaksi redoks yang sama terjadi jika logam magnesium diletakkan langsung dalam larutan tembaga sulfat, dengan reaksi yaitu:
Mg + Cu2+Mg2+ + Cu.
Akan tetapi, ini bukan sel galvani karena elektron tidak mengalir melalui rangkaian luar. Elektron bergerak langsung dari logam magnesium ke ion-ion tembaga, membentuk logam tembaga. Ini adalah cara membuatD.SEL VOLTA DALAM KEHIDUPAN SEHARI - HARI
Meskipun sel galvani dari magnesium dan tembaga dapat bermanfaat, anda tidak akan mau membawanya bila berkemah. Larutannya basah,gelasnya mudah pecah, dan kapasitasnya terbatas. Untungnya para ilmuwantelah mengembangkan baterai yang lebih baik, lebih kecil, lebih ringan, yang mempunyai voltase lebih tinggi dan awet.Bagaimana baterai dirancang? Semakin jauh dua logam semakin besar voltase baterai yang dihasilkan. Jika anda ingin membuat baterai bervoltase tinggi untuk radiomu, anda harus memilih logam yang berjauhan dalam tabel tersebut. Uang logam tembaga dengan paku besi menghasilkan voltase lebih tinggi daripada uang logam dengan nikel karena tembaga lebih jauh dari besi dan dari nikel. Meskipun istilah baterai biasanya mengacu pada sel-sel galvani yang dihubungkan bersama, beberapa baterai hanya mempunyai satu sel. Baterai lain mungkin mempunyai selusin atau lebih. Ketika anda menggunakan baterai untuk menyalakan senter, radio atau CD-player, anda melengkapi rangkaian listrik sel galvani tersebut. Untuk mendapatkan voltase lebih tinggi dari sel dengan beda potensial yang relatif kecil dapat dilakukan dengan menghubungkan sel-sel secara serilogam tembaga dari ion-ion tembaga, tapi tidak untuk membangkitkan tenaga listrik.
1.BATERAI KARBON-SENG
Kalau anda memasukkan dua atau lebih baterai dalam senter, artinya anda menghubungkannya secara seri. Baterai harus diletakkan secara benar sehingga memungkinkan elektron mengalir melalui kedua sel. Baterai yang relatif murah ini adalah sel galvani karbon-seng, dan terdapat beberapa jenis, termasuk standard dan alkaline. Jenis ini sering juga disebut sel kering karena tidak terdapat larutan elektrolit, yang menggantikannya adalah pasta semi padat. Pasta mangan(IV) oksida (MnO2) berfungsi sebagai katoda. Amonium klorida (NH4Cl) dan seng klorida (ZnCl2) berfungsi sebagai elektrolit. Seng pada lapisan luar berfungsi sebagai anoda.Reaksi yang terjadi :
anoda : Zn
Zn2+ 2 e-katoda : 2MnO2 + H2O + 2e-
Mn2O3 + 2OH-
Dengan menambahkan kedua setengah reaksi akan membentuk reaksi redoks utama yang terjadi dalam sel kering karbon-seng.
Zn + 2MnO2 + H2O
Zn2+ + Mn2O3 + 2OH-
Baterai ini menghasilkan potensial sel sebesar 1,5 volt. baterai ini bias digunakan untuk menyalakan peralatan seperti senter, radio, CD player, mainan, jam dan sebagainya.
2.BATERAI ALKALI
Baterai alkali hampir sama dengan bateri karbon-seng. Anoda dan katodanya sama dengan baterai karbon-seng, seng sebagai anoda dan MnO2 sebagai katoda. Perbedaannya terletak pada jenis elektrolit yang digunakan. Elektrolit pada baterai alkali adalah KOH atau NaOH. Reaksi yang terjadi adalah:
anoda: Zn + 2 OH-
ZnO + H2O + 2ekatoda: 2MnO2+ H2O + 2e-
Mn2O3 + 2OH-
Potensial sel yang dihasilkan baterai alkali 1,54 volt. Arus dan tegangan pada baterai alkali lebih stabil dibanding baterai karbon-seng.
3.BATERAI NIKEL KADMIUM
Baterai nikel-kadmium merupakan jenis baterai yang dapat diisi ulang seperti aki, baterai HP, dll. Anoda yang digunakan adalah kadmium, katodanya adalah nikel dan elektrolitnya adalah KOH. Reaksi yang terjadi:
anoda : Cd + 2 OH-Cd(OH)2+ 2e
katoda : NiO(OH) + H2O Ni(OH)2+ OH-
Potensial sel yang dihasilkan sebesar 1,4 volt.
4.BATERAI PERAK OKSIDA
Bentuk baterai ini kecil seperti kancing baju biasa digunakan untuk baterai arloji, kalkulator, dan alat elektronik lainnya. Anoda yang digunakan adalah seng, katodanya adalah perak oksida dan elektrolitnya adalah KOH. Reaksi yang terjadi:
anoda : Zn Zn2+ 2 e-
katoda : Ag2O + H2O + 2e -- 2Ag + 2 OH-
Potensial sel yang dihasilkan sebesar 1,5 volt.
5.AKI
Jenis baterai yang sering digunakan pada mobil adalah baterai 12 volt timbal-asam yang biasa dinamakan Aki. Baterai ini memiliki enam sel 2 volt yang dihubungkan seri. Meskipun lebih besar daripada baterai karbon-seng dan relatif berat, baterai jenis ini tahan lama, menghasilkan arus yang lebih besar, dan dapat diisi ulang. Ketika anda menyalakan mesin, baterai ini yang menyediakan listrik untuk menyalakan mobil. Baterai ini juga menyediakan energi untuk kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi oleh alternator mobil, seperti menghidupkan radio atau menyalakan lampu jika mesin mati. Menghidupkan lampu atau radio terlalu lama pada saat mesin mati akan menghabiskan baterai karena mesinlah yang mengisi ulang baterai pada saat mobil berjalan.
Setiap sel galvani dalam baterai timbal-asam mempunyai dua elektroda-satu terbuat dari lempeng timbal (IV) oksida (PbO2) dan yang lain logam timbal, seperti dalam Gambar 6. Dalam tiap sel logam timbal dioksidasi sedangkan timbal(IV) oksida direduksi. Logam timbal dioksidasi menjadi ion Pb2+
dan melepaskan dua elektron di anoda. Pb dalam timbal (IV) oksida mendapatkan dua elektron dan membentuk ion Pb2+ di katoda. Ion Pb2+ bercampur dengan ion SO42- dari asam sulfat membentuk timbal (II) sulfat pada tiap-tiap elektroda. Jadi reaksi yang terjadi ketika baterai timbal-asam digunakan menghasilkan timbal sulfat pada kedua elektroda.
PbO2 + Pb + 2H2SO4
2PbSO4 + 2H2O
Reaksi yang terjadi selama penggunaan baterai timbal-asam bersifat spontan dan tidak memerlukan input energi. Reaksi sebaliknya, mengisi ulang baterai, tidak spontan karena membutuhkan input listrik dari mobil. Arus masuk ke baterai dan menyediakan energi bagi reaksi di mana timbal sulfat dan air diubah menjadi timbal(IV) oksida, logam timbal dan asam sulfat.
2PbSO4+ 2H2O
PbO2+ Pb + 2H2SO4
Asam sulfat bersifat korosif. Anda harus berhati-hati jika bekerja di sekitar baterai mobil, dan buanglah secara benar jika sudah benar-benar habis. Baterai ini biasanya dapat digunakan dan diisi ulang berkali-kali.
E.KESIMPULAN
Sel volta (sel galvani) adalah Sel elektrokimia di mana reaksi oksidasi- reduksi spontan terjadi dan menghasilkan beda potensial. Dalam sel galvani energi kimia diubah menjadi energi listrik Jumlah energi yang dihasilkan tergantung pada dua sifat sel: a) jumlah bahan yang ada dan b)beda potensial antara elektroda-elektrodanya. Unsur-unsur dalam deret volta, semakin kekanan semakin mudah direduksi.Potensial standart adalah potensial ketika suatu elektroda dihubungkan dengan elektroda hidrogen. Elektroda hidrogen merupakan elektroda standart yang mempunyai potensial 0 volt.E0
sel dinyatakan sebagai potensial standar elektroda reduksi dikurangi potensial standar elektroda oksidasi.
E0sel = E0 reduksi – E0 oksidasi
Jika E0
sel bernilai positif maka reaksi sel yang terjadi merupakan reaksi spontan. Sel volta dalam kehidupan sehari-hari: baterai karbon-seng, baterai alkali, baterai nikel cadmium, aki.
Kamis, 06 Agustus 2009
cErita Jawa_
Ekalaya kasil ngalahake Arjuna ing kaprigelan manah
06/02/2009 by Prabu
Ekalaya iku raja nagara Paranggelung. Dheweke duwe jeneng liya Palgunadi Ekalaya. Prameswarine Ekalaya jenenge Dewi Anggraini sing kondhang kasetyane. Ekalaya mujudake raja sinatriya sing adreng nggegulang dhiri ing ilmu kaprajuritan lan ilmu perang.
Dheweke antuk warta yen ing nagara Astina ana sawijining guru sing mulang ilmu manah marang Pandhawa lan Kurawa. Ekalaya banjur nemoni guru kondhang kasebut sing ora liya Resi Drona. Ekalaya ora ditampa dadi siswane Drona. Nanging dheweke panggah pengin meguru marang Drona lan banjur tumuju ing tengahing alas gedhe.
Ing tengah alas iku Ekalaya gawe patung sing wujude memper Drona. Ing papan kono Ekalaya ajar manah kanthi kairingan rasa yakin yen dheweke ditunggoni dening Resi Drona. Saben arep gladhen manah, luwih dhisik Ekalaya timpuh ing ngarepe patung Drona kanggo njaluk pangestu supaya kasil dadi satriya sing wegig temen-temen ing kaprigelan manah.
Ing antarane siswa-siswane Drona sing pinter lan wegig dhewe ing kaprigelan manah yaiku Arjuna. Sawijining dina, Arjuna mbebedhag ing alas gedhe. Dheweke lumebu ing alas gedhe iku lan kanthi ora sengaja nyedhaki papane Ekalaya gladhen manah. Asu ing ngiringi Arjuna mbebedhag njegog-njegog amarga weruh Ekalaya.
Arjuna sing cubriya amarga asune ora leren-leren anggone njegog banjur nggoleki apa sing dadi sababe. Arjuna banjur nututi playune asu. Dene ing arah liya, Ekalaya sing krungu panjegoge asune Arjuna banjur ngarahake panahe ngener asale swara asu njegog kasebut.
Wusana pitung panah ngeplas bebarengan saka gandhewane Ekalaya. Lan bebarengan iku, swara asu njegog banjur kandheg saknalika. Kamangka nalika menthang gandhewane Ekalaya ora ngerti ana ngendi dununge asu sing njegog-njgeog iku. Dheweke mung ngenerake panahe ing arah asale swara asu njegog.
Arjuna kaget amarga asune leren njegoge lan luwih kaget maneh nalika weruh ing congore asu ana panah pitu tumancep. Weruh kaanan mangkono kuwi, Arjuna dadi muntab lan banjur nggoleki sapa sing manah asune. Wusana Arjuna sapatemon kalawan Ekalaya.
Kekarone banjur sarujuk tetandhingan manah. Ananging Arjuna ora kasil ngasorake kaprigelan manahe Ekalaya, Arjuna ngaku kalah. Mangsuli pitakone Arjuna, Ekalaya ngandharake yen kaprigelan manahe amarga piwulang gurune. Sabanjure Ekalaya nuduhake patung memper Drona sing dianggep gurune kuwi. Arjuna dadi kaget nalika weruh yen patung kuwi pancen patunge Drona. Dheweke banjur lunga ninggalake Ekalaya lan ngadhep Resi Drona.
Ing sangarepe Drona, Arjuna nutuh yen Drona ora temen-temen anggone nggegulang manah dheweke. Drona dhewe kaget krungu panutuhe Arjuna iku. Drona banjur sumpah yen kabeh ilmu kaprigelan manahe wus diturunake marang Arjuna, nanging Arjuna panggah ora precaya kanthi bukti kalah nalika andon kaprigelan manah kalawan Ekalaya.
Sabanjure Drona kairing Arjuna nemoni Ekalaya. Sawise sapatemon lan takon tinakonan, Drona njaluk kasetyane Ekalaya kanthi bukti nyata yen pancen dheweke pengin dadi siswane Drona. Ekalaya banjur ngikrarake kasetyane ing tembung lan tumindak, uga masrahake jiwa ragane marang Drona.
Wusana Drona ngethok jempol tangane Ekalaya. Kanthi mangkono Ekalaya kelangan kaprigelan manahe. Suwalike, Arjuna menjila dadi satriya sing prigel manah lan ora ana sing ngalahake ing arcapada. Ananging Ekalaya banjur ngucap sumpah yen dheweke bakal males tumindak deksiyane Drona iku ing perang Baratayuda. Sumpahe Ekalaya kawujud nalika Drona gugur ing pabaratan Baratayuda dening Drestadyumna sing kapanjingan rohe Ekalaya.