Halaman

Minggu, 25 Maret 2012

kenalan ma Ilmu Gizi yuuk :-)


Chilyati Qurrotu A’yun
P.27240010005

ILMU GIZI
^_^

1.   Definisi Ilmu Gizi
Ilmu gizi adalah ilmu tentang makanan, zat-zat gizi, dan substansi yang terkandung didalamnya, peran dan keseimbangannya, untuk kesehatan dan masalah kesehatan agar tubuh selalu dalam Kesehatan Optimal.

2.     Pengertian Gizi
Kata “gizi” berasal dari bahasa Arab ghidza, yg berarti “makanan”. dalam bahasa latin “nutrire”artinya makanan atau zat makanan sehat.
Gizi (Nutrition) adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan, untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dri organ-organ, serta menghasilkan energi.

3.     Pengertian Gizi Dasar
Pengelompokan bahan makanan berdasarkan fungsi utama zat gizi yang dalam ilu gizi dikenal dengan istilah “ Tri Guna Makanan “, yaitu :
§  Pertama = Sumber Zat tenaga yaitu padi-padian dan umbi-umbian serta tepung tepungan yang digambarkan didasar kerucut ( dalam logo gizi seimbang )
§  Kedua = Sumber Zat pengatur yaitu sayuran dan buah yang digambarkan pada bagian tengah kerucut ( dalam logo gizi seimbang )
§  Ketiga = Sumber Zat Pembangun yaitu kacang-kacangan, makanan hewani dan hasil olahan yang digambarkan pada bagian atas kerucut ( dalam logo gizi seimbang )

4.     Pengertian status Gizi
Status Gizi merupakan ekspresi keadaan kesehatan yang ditentukan oleh nutrisi yang diterima dan dimanfaatkan oleh tubuh dari keadaan seimbang dalam bentuk veriabel tertentu. Salah satunya :
1) GIZI BURUK= KEP (Kekurangan Energi Protein) / Energi,Kwaskhiorkor / Protein.
2) GIZI KURANG=Yodium, Vit A, Zat Besi, Vit C, dll.
3) GIZI BAIK=Normal, baik
4) GIZI LEBIH=Obesitas

5.     Pengertian Bahan Makanan
Bahan makanan adalah makanan dalam keadaan mentah

6.     Pengertian Zat Gizi
Zat gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan oleh tubuh untuk melakukanfungsi yaitu menghasilkan energi, membangun sel-sel, memelihara jaringan dan mengatur proses-proses tubuh.
Zat Gizi (Nutrients) adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses-proses kehidupan.
SUMBER-SUMBER ZAT GIZI
Sumber-sumber zat gizi makanan terdiri atas enam zat gizi (nutrients) : Karbohidrat, Lemak, Protein, Vitamin, Mineral dan Air.

Zat gizi / nutrients dapat dikelompokkan dalam dua bagian :
·         Mikronutrient adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit tapi penting (Vit, mineral, dan air).
·         Maktonutrient adalah zat gizi dalam tubuh yang diperlukan dalam jumlah besar yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi / KHPL dan pembentukan sel baru.

7.     Fungsi Zat Gizi
                           i.            Memberi energi (zat pembakar)
Karbohidrat, lemak dan protein, merupakan ikatan organik yang mengandung karbon yang dapat dibakar dan dibutuhkan tubuh untuk melakukan kegiatan/aktivitas.
                         ii.            Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh (zat pembangun)
Protein, mineral dan air, diperlukan untuk membentuk sel-sel baru, memelihara, dan menganti sel yang rusak.
                       iii.            Mengatur proses tubuh (zat pengatur)
Protein, mineral, air dan vitamin.
Protein bertujuan mengatur keseimbangan air di dalam sel,bertindak sebagai buffer dalam upaya memelihara netralitas tubuh dan membentuk antibodi sebagai penangkal organisme yang bersifat infektil dan bahan-bahan asing yang dapat masuk ke dalam tubuh.
Mineral dan vitamin sebagai pengatur dalam proses-proses oksidasi, fungsi normal sarafdan otot serta banyak proses lain yang terjadi dalam tubuh, seperti dalam darah, cairan pencernaan, jaringan, mengatur suhu tubuh, peredaran darah, pembuangan sisa-sisa/ ekskresi dan lain-lain proses tubuh.

8.     Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi
Ilmu Gizi berdiri tahun 1926, oleh Mary Swartz Rose saat dikukuhkan sebagai profesor ilmu gizi di Universitas Columbia, New York, AS. Pada zaman purba, makanan penting untuk  kelangsungan hidup. Sedangkan pada zaman Yunani, tahun 400 SM ada teori Hipocrates yang menyatakan bahwa makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia, artinya manusia butuh makan.
Beberapa penelitian yang menegaskan bahwa ilmu gizi sudah ada sejak dulu, antara lain:
a.        Penelitian tentang Pernafasan dan Kalorimetri
Pertama dipelajari oleh Antoine Lavoisier  (1743-1794). Mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan  penggunaan energi makanan yang meliputi  proses pernafasan, oksidasi dan kalorimetri. Kemudian berkembang hingga awal abad 20, adanya  penelitian tentang pertukaran energi dan sifat-sifat bahan  makanan pokok.
b.        Penemuan Mineral
Keberadaan mineral telah diketahui dalam tulang dan gigi pada tahun 1808 ditemukan kalsium. Tahun 1808, Boussingault menemukan zat besi sebagai zat esensial. Ringer (1885) dan Locke (1990), menemukan cairan tubuh perlu konsentrasi elektrolit tertentu. Awal abad 20, penelitian Loeb tentang pengaruh konsentrasi garam natrium, kalium dan kalsium klorida terhadap jaringan hidup.
c.        Penemuan Vitamin
 Awal abad 20, vitamin sudah dikenal. Sejak tahun 1887-1905 muncul penelitian-penelitian dengan makanan yang dimurnikan dan makanan utuh.
Dengan hasil: ditemukan suatu zat aktif dalam makanan yang tidak tergolong zat gizi utama dan berperan dalam pencegahan penyakit (Scurvy dan Rickets). Pada tahun 1912, Funk mengusulkan memberi nama vitamine untuk zat tersebut. Tahun 1920, vitamin diganti menjadi vitamine dan diakui sebagai zat esensial.
d.        Penelitian Tingkat Molekular dan Selular
Penelitian ini dimulai tahun 1955, dan diperoleh pengertian tentang struktur sel yang rumit serta peranan kompleks dan vital zat gizi dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. Setelah tahun 1960, penelitian bergeser dari zat-zat gizi esensial ke inter relationship antara zat-zat gizi, peranan biologik spesifik, penetapan kebutuhan zat gizi manusia dan pengolahan makanan terhadap kandungan zat gizi.
Sejarah Gizi dalam Keadaan Sekarang
a.        Muncul konsep-konsep baru antara lain,
pengaruh keturunan terhadap kebutuhan gizi; pengaruh gizi terhadap perkembangan otak dan perilaku, kemampuan bekerja dan produktivitas serta daya tahan terhadap penyakit infeksi.
b.        Pada bidang teknologi pangan ditemukan,
cara mengolah makanan bergizi, fortifikasi bahan pangan dengan zat-zat gizi esensial, pemanfaatan sifat struktural bahan pangan, dsb. FAO dan WHO mengeluarkan Codex Alimentaris (peraturan food labeling dan batas keracunan).

 Referensi
Ø  Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001.
Ø  Francin, P. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. EGC, Jakarta, 2005.
Ø  Moehji, S. Ilmu Gizi. Jilid I. Bhatara Karya Pustaka, Jakarta, 1982.
Ø  Supariasa, I. Penilaian Status Gizi. EGC, Jakarta, 2002.




Sabtu, 25 Februari 2012

DiamKu

MENCINTAIMU dalam Diamku,,ku yakin itu yang terbaik untuk iman kita..

karena Aku takut azab ALLAH melanda kita..

Syaitan itu hasutannya halus.. 
ku masih ingat pesan Rasulullah SAW ketika khutbahnya yang terakhir..
...
“Sungguh , syaitan telah berputus asa menyesatkan kamu dalam hal-hal yang besar , maka berwaspadalah akan hal-hal yang kecil..”

ALLAH tidak berkata “jangan berzina” ..tapi ALLAH memulakan dengan ayat “..janganlah kamu menghampiri zina..”

Maka tahukah kamu kenapa kita ada ikhtilat yang perlu dijaga??

Aku bukanlah ahli sufi mahupun wali..

dan pastinya, ku juga bisa tersalah langkah…

Sebelum ianya berlaku , biarlah kita berusaha mengelak…

karena Kuyakin saatnya masih belum tiba..

Untuk apa ia hadir kalau hanya sementara?

Aku takut jika kita bukan tercipta untuk bersama..

Lantas bagaimana mungkin kelak kuhadapi insan yg telah tercipta untukku sejak di luh mahfuz kelak?

Karena ku tidak yakin itu adalah engkau…

Kuyakin janji ALLAH itu benar…

Sungguh ! Aku tidak mahu merusakkan imanmu…apalagi imanku..

kita ada izzah dan iffah yg berharga untuk dijaga..

sebelum masanya tiba..

cukuplah cinta ALLAH mendampingi kita…

Namun ,jika kita ditakdirkan bersama..

Aku harapkan berjumpa denganmu dalam sebuah lafaz sakinah

bernama pernikahan . . . .

Selasa, 27 Desember 2011

Substansi Vital




Belajar  TCM_Traditional Chinese Medicine.,


Substansi Vital =

Jing adalah essence (atau sari-pati), yang mana di dalam tubuh memiliki fungsi :
(a)   Membantu proses pertumbuhan, reproduksi dan perkembangan.
(b)   Sumber dari qi-ginjal.
(c)    Zat yang memproduksi sumsum, baik cairan sumsum di otak, sumsum tulang belakang dan syaraf tulang belakang.
(d)   Bersama qi-pertahanan (wei-qi) membantu mempertahankan tubuh dari serangan patogen luar,
(e)   Dasar dari '3 Harta Karun', yaitu : jing-qi-shen.



Jing sendiri dibagi menjadi 3 bagian utama :

(1) Jing-prenatal / jing-bawaan
(2) Jing-postnatal / jing-perolehan
(3) Jing-ginjal

                 - Jing-bawaan (Prenatal-jing)
Kehamilan menurut TCM merupakan gabungan Jing-Ayah (bersifat Yang) dan Jing-Ibu (bersifat Yin). Setelah membentuk janin (embrio kemudian fetus), Jing-bawaan menutrisi janin tersebut. Maka dari itu, Jing yang terdapat pada janin hanyalah Jing-bawaan dan Jing-bawaan itulah yang membuat setiap individu menjadi unik.
Selain Jing-bawaan, janin juga membawa Ming-Men yang berguna untuk menghangati tubuhnya sendiri. Keduanya pun masih tetap eksis hingga proses kelahiran berlangsung. Pada saat bayi dan anak tumbuh dewasa (memasuki masa puber), Jing-bawaan berubah menjadi Jing-Ginjal yang ditandai dengan menghasilkan darah haid pada perempuan dan sperma pada laki-laki.

                -  Jing-Ginjal
Jing-ginjal terbentuk dari jing-bawaan (prenatal-jing) & jing-perolehan (post natal-jing). Jing-bawaan merupakan jing yang dibawa dari lahir dan berasal dari kedua orang tua, sedangkan jing-perolehan adalah jing hasil pengolahan organ lambung (ST) dan limpa (SP).
Jing-ginjal tersimpan di dalam organ ginjal dan bersirkulasi di dalam tubuh, terutama melalui 8 meridian istimewa. Jing-ginjal ini mempunyai fungsi sangat penting di dalam tubuh, yaitu : menentukan pertumbuhan, reproduksi, perkembangan, kematangan seksual, kehamilan, menopouse dan lainnya.

Sindrom Jing-Ginjal Defisien

Manifestasi Klinis
Pada anak-anak : pertumbuhan tulang yang kurang baik, ketulian, lemah mental dan lainnya. Pada orang dewasa : kerapuhan tulang, rambut rontok, beruban pada umur yang masih muda, kelemahan pada aktivitas seksual, infertilitas, sakit pada pinggang belakang , lutut yang lemah dan lainnya.

Etiologi
Beberapa hal yang bisa menjadi sebab jing-ginjal defisien : faktor keturunan (misalnya ketika kehamilan kondisi kesehatan ibu sedang tidak baik), kehilangan banyak darah, aktivitas seksual yang berlebihan dan lainnya.

Patologi
Ketika Jing-Ginjal defisien, maka sumsum (marrow) tidak akan terbentuk sempurna dan tidak dapat menutrisi tulang (termasuk kehilangan gigi). Sumsum juga akan tidak optimal mengisi otak sehingga menyebabkan faktor intelegensia menurun. Jing-ginjal juga mendominasi pertumbuhan rambut di kepala sehingga kekurangan Jing-ginjal dapat menyebabkan rambut rontok dan beruban secara prematur. Aktivitas seksual juga dipengaruhi oleh Jing-ginjal. Jing-ginjal defisien dapat merupakan kelanjutan dari sindrom sindrom Yin-ginjal defisien atau Yang-ginjal defisien.

Prinsip Terapi
 Menutrisi Jing-ginjal dan mentonifikasi organ ginjal.

Titik Terapi yang Dipilih
KI-03 (tonik Yin dan Jing-Ginjal), KI-06 (tonik Yin-Ginjal), BL-23 (tonik organ Ginjal), CV-04 (tonik Jing), GB-39 (tonik sumsum tulang) dan lainnya.
(Catatan : Moksa diperbolehkan kecuali sindrom Jing-ginjal terdapat/didahului sindrom Yin-Ginjal defisien).

  Qi
Dalam TCM, istilah 'Qi' secara umum digunakan di dalam 2 tempat :

(1) Mengindikasikan energi bersih (refined energy) yang diproduksi oleh organ internal, yang berfungsi menutrisi tubuh dan mental.
Sebagai contoh, Zong-Qi berada di dalam Paru dan menutrisi organ Paru itu sendiri dan Jantung. Sedangkan Yuan-Qi berfungsi menutrisi organ Ginjal.

(2) Qi mengindikasikan aktifitas fungsional suatu organ. Sebagai contoh Qi-Hati. Artinya bukan Qi yang diproduksi oleh organ Hati, namun merupakan aktifitas yang cukup kompleks dari aktifitas organ Liver, yaitu aliran Qi pada organ Hati. Untuk makna ini kita dapat mengatakan : Qi-Hati, Qi-Jantung, Qi-Lambung dan sebagainya.

Arah pergerakan Qi :
(1) Qi-Paru, ke bawah menuju organ Ginjal, ke atas menyebarkan Qi-pertahanan dan keringat.
(2) Qi-Hati, ke atas mengatur aliran Qi ke segala arah.
(3) Qi-Ginjal, ke atas menuju organ Paru, terkadang turun ke bawah (proses urinasi).
(4) Qi-Limpa, naik ke atas.
(5) Qi-Jantung, ke arah bawah bertemu dengan Qi-Ginjal. Organ Jantung dan Ginjal memiliki hubungan istimewa. Dalam Wu-Xing, Jantung diwakilkan dengan sifat Api, untuk menghidupkan Api dibutuhkan 'pemantik', disinilah organ Ginjal berperan. Defisiensi Yin-Ginjal menyebabkan kegagalan komunikasi dengan organ Jantung.
Gejalanya dapat berupa : disforia, banyak mimpi, insomnia, telinga berdenging (tinitus) dan lainnya.

Di dalam tubuh Qi diperoleh dari :
  • Udara (Jing-Qi),
  • Makanan (Gu-Qi)
  • Qi-bawaan (Yuan-Qi, Yuan-Qi adalah Jing yang berbentuk Qi).
Jing-qi dan gu-qi membentuk zong-qi (qi-pectoral) yang berfungsi menutrisi organ paru dan jantung.

Zong-Qi dan Yuan-Qi membentuk Zhen-Qi (Qi-normal, true-Qi). Zhen-Qi inilah yang kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Jika menyebar ke permukaan tubuh dan berfungsi sebagai pertahanan tubuh dari patogen maka disebut Qi-pertahanan (Wei-Qi). Dan jika menyebar ke organ dalam dan menutrisinya maka disebut Qi-Nutrisi atau Yin-Qi.


. Fungsi dari qi adalah :
  • Transformasi,
  • Transportasi,
  • Menahan,
  • Menaikkan,
  • Melindungi,
  • Menghangatkan.


  • Transformasi,


transformasi makanan dan cairan.
Contoh : Makanan ditransformasikan ke dalam bentuk Qi-makanan (Gu-Qi) yang kemudian nantinya ditransformasikan ke dalam bentuk Zhen-Qi dan sebagainya.
Jika dilihat dari fungsi organ-dalam =
Qi-Ginjal mentransformasikan cairan,
Qi-Jantung mentransformasikan Gu-Qi menjadi Xue (darah),
Qi-Paru mentransformasikan udara menjadi Zhen-Qi dan sebagainya.




  • Transportasi,
Qi berfungsi mentransportasikan substansi-substansi yang akan ditranformasi keseluruh bagian tubuh.
Contoh :
Qi-Limpa mentrasportasikan Gu-Qi/Ku Ci (Qi-makanan),
Qi-Paru mentransportasikan cairan ke kulit dan menyebarkan Wei-Qi (Qi-pertahanan) ke suatu ruang diantara otot dan kulit,
Qi-Ginjal mentransportasikan qi baik ke-atas, ke organ Paru maupun ke bawah, ke organ Kandung Kemih dsb.


  • Menahan,
Fungsi qi 'menahan' berarti menahan cairan dan darah (Xue) pada tempat yang semestinya.
Sebagai Contoh :
Qi-Limpa menahan Xue dalam pembuluh darah dan cairan pada tempatnya,
Qi-Limpa dan Qi-Ginjal bersama-sama menahan darah dalam saluran uterus (rahim),
Qi-Ginjal dan Qi-Kandung Kemih bersama-sama menahan air seni,
Qi-Paru menahan keringat.

Contoh sindrom :
Salah satu manifestasi klinis sindrom Qi-Paru defisen adalah =
mudah berkeringat-terutama pada siang hari.
Emosi sedih yang berlebihan mejadi salah satu penyebab Qi-Paru defisien.



  • Menaikkan / meningkatkan,
Qi menjaga struktur dan materi tubuh pada tempatnya.
Jika Qi-defisien dalam konteks fungsi-meningkatkan maka hal tersebut disebut sebagai qi-tenggelam.
Contoh : qi-limpa meningkatkan semua fungsi organ secara umum (hubungan kosmologi) dan Qi-Ginjal menaikkan fungsi rahim.
Peningkatan Qi artinya juga meningkatkan Jin-Ye dan Xue dan fungsi keduanya serta sangat berhubungan dengan fungsi Qi-Menahan.
Misalkan dalam kondisi patologis yang dicirikan dengan kehilangan darah yang kronis pada kasus menoragia, bukan hanya kegagalan fungsi qi-menahan, tapi juga kegagalan fungsi qi-meningkatkan.



  • Melindungi,
Qi melindungi tubuh dari invasi patogen luar (Patogen Eksogen).
Tugas ini terutama dilakukan oleh Wei-Qi, khususnya dari patogen angin, dingin dan lembab.
Wei-Qi berhubungan dengan organ-paru, yang menyebar pada 'ruang' antara kulit dan otot, karna itu Qi-paru berfungsi melindungi tubuh dari patogen luar.
Namun demikian tidak hanya Wei-Qi yang bertanggung jawab terhadap perlindungan tubuh, namun juga qi-nutrisi (Ying-Qi) dan Jing.



  •  Menghangatkan,
fungsi ini terutama adalah fungsi dari Yang Qi,




_Pergerakan Qi dari Ginjal

Organ ginjal mengatur transformasi air;
cairan kotor mengalir ke bawah menuju kandung kemih dan urethra, dan bagian bersih mengalir ke atas melalui tulang belakang dalam bentuk uap menuju paru.
=> Maka itu untuk fungsi fisiologis seperti proses buang air kecil (urinasi) qi-ginjal turun, sedangkan untuk fungsi qi-pertahanan qi-ginjal naik.

Paru-paru dan Ginjal saling menyeimbangkan satu sama lain,
ketika qi-paru turun ke ginjal, maka qi-ginjal naik ke paru.
Paru-paru mengirim qi ke bawah, ginjal menerima qi, paru-paru mengatur ekshalasi (mengeluarkan udara), ginjal mengatur inhalasi (menarik udara/nafas).


Dalam Nan Jing Jiao Shi (Classic of Difficulties, terbit pertama kali sekitar tahun 100 SM) disebutkan,

"Exhalation is controlled by lungs and heart, inhalation is controlled by kidney and liver"

Untuk proses keluar-masuknya qi (fungsi horisontal), maka qi yang menuju ginjal keluar dan masuk menuju tulang.,


^_^
semoga manfaat kawand.,
xie.xie.,

Selasa, 13 Desember 2011

,,karena aku sangat sangat sangat mencintaimu, 
aku tidak bisa membuatmu pergi dariku, 
satu-satunya hal yg bisa aku lakukan adalah dengan berLari,,

said Gumiho...,
_nice_

Sabtu, 15 Oktober 2011

dUty


PSIKOLOGI
KOMUNIKASI PADA LANSIA


my college



CHILYATI QURROTU A’YUN


POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA
D III AKUPUNKTUR
2011



A. Latar Belakang
            Komunikasi adalah elemen dasar dari interaksi manusia yang memungkinkan seseorang untuk menetapkan, mempertahankan dan meningkatkan kontrak dengan oran lain karena komunikasi dilakukan oleh seseorang, setiap hari orang seringkali salah berpikir bawa komunikasi adalah sesuatu yang mudah. Namun sebenarnya adalah proses yang kompleks yang melibatkan tingkah laku dan hubungan serta memungkinkan individu berasosiasi dengan orang lain dan dengan lingkungan sekitarnya. Hal itu merupakan peristiwa yang terus berlangsung secara dinamis yang maknanya dipacu dan ditransmisikan.
            Untuk memperbaiki interpretasi pasien terhadap pesan, perawat harus tidak terburu-buru dan mengurangi kebisingan dan distraksi. Kalimat yang jelas dan mudah dimengerti dipakai untuk menyampaikan pesan karena arti suatu kata sering kali telah lupa atau ada kesulitan dalam mengorganisasi dan mengekspresikan pikiran. Instruksi yang berurutan dan sederhana dapat dipakai untuk mengingatkan pasien dan sering sangat membantu. (Bruner & Suddart, 2001 : 188)
            Komunikasi adalah proses interpersonal yang melibatkan perubahan verbal dan non verbal dari informasi dan ide. Kominikasi mengacu tidak hanya pada isi tetapi juga pada perasaan dan emosi dimana individu menyampaikan hubungan ( Potter-Perry, 301 ).
            Komunikasi pada lansia membutuhkan peratian khusus. Perawat harus waspada terhadap perubahan fisik, psikologi, emosi, dan sosial yang memperngaruhi pola komunikasi. Perubahan yang berhubungan dengan umur dalam sistem auditoris dapat mengakibatkan kerusakan pada pendengaran. Perubahan pada telinga bagian dalam dan telinga mengalangi proses pendengaran pada lansia sehingga tidak toleran teradap suara. Berdasarkan hal – hal tersebut kami menulis makalah ini yang berjudul “ komunikasi pada lansia “.

B. Tujuan Penulisan

1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Gerontik.
2. Untuk mengetahui tata cara berkomunikasi pada lansia.
3. Dapat memberikan komunikasi terapeutik pada lansia.
4. Dapat membantu proses keperawatan pada lansia.




BAB II
KOMUNIKASI PADA LANSIA
A. Pengertian Komunikasi
            Komunikasi merupakan suatau hubungan atau kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan masalah hubungan atau dapat diartikan sebaagai saling tukar-menukar pendapat serta dapat diartikan hubungan kontak antara manusia baik individu maupun kelompok. (Widjaja, 1986 : 13)
            Komunikasi adalah elemen dasar dari interaksi manusia yang memungkinkan seseorang untuk menetapkan, mempertahankan, dan meningkatkan kontak dengan orang lain. (Potter & Perry, 2005 : 301)
            Komunikasi yang biasa dilakukan pada lansia bukan hanya sebatas tukar-menukar perilaku, perasaan, pikiran dan pengalaman dan hubungan intim yang terapeutik.
B. Tujuan dan Fungsi Komunikasi
a. Pada umumnya komunikasi mempunyai beberaapa tujuan, antara lain :
1. Supaya yang kita sampaikan dapat dimengerti
Sebagai komunikator kita harus menjelaskan pada komunikan dengan sebaik-baiknya dan tuntas sehingga mereka dapat mengerti dan mengikuti apa yang kita maksudkan.
2. Dapat memahami orang lain
Kita sebagai komunikator harus mengerti benar aspirasi masyarakat tentang apa yang diinginkan, jangan mereka menginginkan kemauannya.
3. Supaya gagasan dapat diterima orang orang lain
Kita harus berusaha agar gagasan kita dapat diterima orang lain dengan pendekatan persuasif bukan memaksakan kehendak.
4. Menggerakkan orang lain untuk melakukan sesuatu
Menggerakkan sesuatu itu dapat bermacam-macam, mungkin berupa kegiatan yang lebih banyak mendorang, yang penting harus diingat adalah bagaimana yang baik untuk melakukannya.
b. Fungsi Komunikasi
Apabila komunikasi dipandang dari arti yang lebih luas tidak hanya diartikan sebagai pertukaran berita dan pesan, tetapi sebagai kegiatan individu dan kelompok mengenai tukar-menukar data, fakta, dan ide maka fungsinya dalam setiap sistem sosial adalah sebagai berikut :
1. Informasi, pengumpulan, penyimpanan dan pemprosesan, penyebaran berita, data, gambar, fakta, pesan, opini dan komentar.
Agar dapat dimengerti dan bereaksi secara jelas terhadap kondisi lingkungan dan orang lain.
2. Sosialisasi dan penyediaan sumber ilmu pengetahuan.
Agar orang bersikap dan bertindak sebagai anggota masyarakat yang efektif mengerti akan fungsi sosialnya di dalam masyarakat.
3. Motivasi.
Tujuannya yaitu mendorong orang untuk mementukan pilihan dan keinginanya.
4. Perdebatan dan diskusi.
Menyediakan dan saling menukar fakta yang diperlukan untuk menyelesaikan perbedaan pendapat mengenai masalah publik yang menyangkut kepentingan umum.
5. Pendidikan dan ilmu pengetahuan.
Dapat mendorong perkembangan intelektual, pembentukan watak, serta membentuk ketrampilan dan kemandirian dalam berbagai bidang.
6. Memajukan kehidupan dan menyebarkan hasil kebudayaan dan seni.
Mengembangan kebudayaan maksudnya yaitu mengembangkan kebudayaan serta imajinasi dan mendorong kreatifitas dan kebutuhan estetikanya.
C. Tahap Proses Komunikasi
Menurut Cutlip dan Center, komunikasi yang efektif harus dilaksanakan dengan melalui 4 tahap, yaitu:
a. Fact Finding
Menyarikan dan megumpulkan fakta dan data sebelum seseorang melakukan kegiatan komunikasi.
b. Planning
Berdasarkan fakta dan data itu dibuatkan rencana tentang apa yang akan dikemukakan dan bagaimana mengemukakannya.
c. Communication
Dalam melakukan komunikasi pada lansia sebaiknya menggunakan bahasa sehari-hari dan mudah dipahami serta dimengerti.
d. Evaluation
Penilaian dan analisis kembali diperlukan untuk melihat bagaimana hasil komunikasi tersebut dan kemudian menjadi bahan perencanaan untuk melakukan komunikasi selanjutnya.
D. Keterampilan Komunikasi Terapeutik Pada Lansia
a. Keterampilan Komunikasi Terapeutik, dapat meliputi :
1. Perawat membuka wawancara dengan memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan dan lama wawancara.
2. Berikan waktu yang cukup kepada pasien untuk menjawab, berkaitan dengan pemunduran kemampuan untuk merespon verbal.
3. Gunakan kata-kata yang tidak asing bagi klien sesuai dengan latar belakang sosiokulturalnya.
4. Gunakan pertanyaan yang pendek dan jelas karena pasien lansia kesulitan dalam berfikir abstrak.
5. Perawat dapat memperlihatkan dukungan dan perhatian dengan memberikan respon nonverbal seperti kontak mata secara langsung, duduk dan menyentuh pasien.
6. Perawat harus cermat dalam mengidentifikasi tanda-tanda kepribadian pasien dan distress yang ada.
7. Perawat tidak boleh berasumsi bahwa pasien memahami tujuan dari wawancara pengkajian.
8. Perawat harus memperhatikan respon pasien dengan mendengarkan dengan cermat dan tetap mengobservasi.
9. Tempat mewawancarai diharuskan tidak pada tempat yang baru dan asing bagi pasien.
10. Lingkungan harus dibuat nyaman dan kursi harus dibuat senyaman mungkin.
11. Lingkungan harus dimodifikasi sesuai dengan kondisi lansia yang sensitif terhadap, suara berfrekuensi tinggi atau perubahan kemampuan penglihatan.
12. Perawat harus mengkonsultasikan hasil wawancara kepada keluarga pasien atau orang lain yang sangat mengenal pasien.
13. Memperhatikan kondisi fisik pasien pada waktu wawancara.

Respon Perilaku juga harus diperhatikan, karena Pengkajian perilaku merupakan dasar yang paling penting dalam perencanaan keperawatan pada lansia. Perubahan perilaku merupakan gejala pertama dalam beberapa gangguan fisik dan mental. Jika mungkin, pengkajian harus dilengkapi dengan kondisi lingkungan rumah, ini menjadi modal pada faktor lingkungan yang dapat mengurangi kecemasan pada lansia.
Pengkajian tingkah laku termasuk mendefinisikan tingkah laku, frekuensinya, durasi, dan faktor presipitasi atau triggers. Ketika terjadi perubahan perilaku ini sangat penting untuk dianalisis.

b. Prinsip Gerontologis untuk Komunikasi
• Menjaga agar tingkat kebisingan minimum.
• Menjadi pendengar yang setia, sediakan waktu untuk mengobrol.
• Menjamin alat bantu dengar yang berfungsi dengan baik.
• Yakinkan bahwa kacamata bersih dan pas.
• Jangan berbicara dengan keras/berteriak, bicara langsung dengan telinga yang dapat mendengar dengan lebih baik.
• Berdiri di depan klien.
• Pertahankan penggunaan kalimat yang pendek dan sederhana
• Beri kesempatan bagi klien untuk berfikir.
• Mendorong keikutsertaan dalam aktivitas sosial seperti perkumpulan orang tua, kegiatan rohani.
• Berbicara pada tingkat pemahaman klien.
• Selalu menanyakan respons, terutama ketika mengajarkan suatu tugas atau keahlian.










BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
            Komunikasi adalah elemen dasar dari interaksi manusia yang memungkinkan seseorang untuk menetapkan, mempertahankan, dan meningkatkan kontak dengan orang lain. (Potter & Perry, 2005 : 301)
            Komunikasi yang biasa dilakukan pada lansia bukan hanya sebatas tukar-menukar perilaku, perasaan, pikiran dan pengalaman dan hubungan intim yang terapeutik. Respon Perilaku juga harus diperhatikan, karena Pengkajian perilaku merupakan dasar yang paling penting dalam perencanaan keperawatan pada lansia. Perubahan perilaku merupakan gejala pertama dalam beberapa gangguan fisik dan mental. Jika mungkin, pengkajian harus dilengkapi dengan kondisi lingkungan rumah, ini menjadi modal pada faktor lingkungan yang dapat mengurangi kecemasan pada lansia.
            Komunikasi adalah elemen dasar dari interaksi manusia yang memungkinkan seseorang untuk menetapkan, mempertaankan dan meningkatkan kontrak dengan oran lain karena komunikasi dilakukan oleh seseorang, setiap hari orang seringkali salah berpikir bawa komunikasi adalah sesuatu yang mudah. Namun sebenarnya adalah proses yang kompleks yang melibatkan tingka laku dan hubungan serta memungkinkan individu berasosiasi denan orang lain dan dengan lingkungan sekitarnya. Hal itu merupakan peristiwa yang terus berlangsung secara dinamis yan maknanya dipacu dan ditransmisikan.

B. Saran
1. Komunikasi pada lansia baiknya dilakukan secara bertahap supaya mudah dalam pemahamannya.
2. Lansia merupakan kelompok yang sensitive dalam perasaannya oleh sebab itu, saat komunikasi harus berhati-hati agar tidak menyinggung perasaannya.







BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

Brunner and Suddarth. 2001. Keperawatan Medikal Bedah Volume 1. Jakarta : EGC.
Keliat, Anna. 1996. Hubungan Terapeutik. Jakarta : EGC.
Potter and Perry. 2005. Fundamental Keperawatan Volume 1. Jakarta : EGC.
Widjaja. 2000. Ilmu Komunikasi. Jakarta : Rineka Cipta.
Anomin. 2004. Komunikasi Pada lansia. Diakses pada tanggal 07 November 2008 pukul 13.30 wib. Dari www.komunikasi lansia.com
Anomin. 2006. Komunikasi Terapeutik Lansia. Diakses pada tanggal 09 November 2008 pukul 10.30 wib. Dari www.e-psikologi.com

tanya_Ku.,


Aku bertanya pada alam semesta
                              tentang arti  “CINTA” , ,
dan satu demi satu pun mereka menjawab…

                _Bumi menjawab:
 “CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang diinjak dan dihinakan, tetapi ia tak peduli. Pikir Cinta hanya memberi, dan itu sajalah inginnya.”

            _Air menjawab:
 “CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan akan keterikatan, kerinduan dan kesenduan, atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan.”

            _Api menjawab:
 “CINTA adalah panas yang membakar segala, ia memusnahkan untuk dapat hidup dan menyala. Demi merasakannya, makhluk rela terbakar dalam amarah dan kedurhakaan.”

            _Angin menjawab:
“CINTA adalah hembusan yang menebar sayang tanpa tahu siapa tujuannya. Orang bilang ia buta, sebab itu inginnya. Ia tak terlihat, tapi tanpanya segala raga akan hampa.”

            _Langit menjawab:
 “CINTA adalah luasan tanpa batas. Luasnya tiada makhluk yang tahu. Kecuali bahwa cinta itu bahagia yang biru, atau derita kelam yang kelabu.”

            -Matahari menjawab:
“CINTA adalah hidup untuk memberi energi kehidupan dan cahaya harapan. Ia tak akan lelah memberi sampai ia padam dan mati.”

            _Pohon menjawab:
“CINTA adalah akar yang menopang segalanya. Ia tulus hingga tak perlu terlihat dan dikenal. Tapi ia terus memberi agar batang bahagia tetap kokoh abadi, berbuah dan berbunga indah.”

            _Gunung menjawab:
“CINTA adalah rasa yang menjulang tinggi. Rasa itu demikian tenang dan menyejukkan. Namun saat gundah, Ia akan meleburkan sekelilingnya dengan lautan lava cemburu yang membara.”

_Lalu,  Aku bertanya pada CINTA:
 “Wahai CINTA, apakah sebenarnya arti dirimu??”

_CINTA menjawab:
                 “CINTA adalah engkau patuh terhadap-Nya, meski kau tak melihat-Nya. Engkau tidak mencium-Nya atau meraba-Nya, tapi engkau patuh karena engkau merasa akan hadir-Nya. Sebab CINTA bukan indera, tapi adalah rasa.”

                _“CINTA adalah engkau takut akan amarah-Nya, dan takut jika Ia meninggalkanmu. Takut jika Ia tak menyukaimu lagi. Lalu engkau mencari-cari alasan untuk selalu dekat dengannya, bahkan jika engkau harus menderita, atau yang lebih mengerikan dari itu.”

                _“CINTA adalah engkau menyimpan segala harapan pada-Nya dan tidak pada yang lain. Engkau tidak mendua dalam harapan, dan demikian selamanya. Cinta adalah engkau setia menjadi budak-Nya, yang engkau hidup untuk-Nya dan mati untuk kesukaan-Nya akan dirimu, hidup dan mati untuk Dia. Engkau berusaha sekerasnya agar engkau diakui, hanya sebagai budak, sebagai hamba.”

                _“Diatas segalanya, CINTA adalah engkau merasa kasih sayang yang tunggal yang tidak engkau berikan pada yang lain, selain pada-Nya. Engkau rindu akan hadir-Nya dan melihat-Nya. Engkau suka apa yang Ia sukai dan benci apa yang Ia benci, engkau merasakan segala ada pada-Nya dan segala atas nama-Nya.”

Aku lantas bertanya pada CINTA:
             “ Bisakah aku merasakannya? ”

Sambil berlaru CINTA menjawab:
                “Selama engkau mengetahui hakikat penciptaanmu dan bersyukur dengan apa yang Dia beri, maka itu semua akan kau rasakan, percayalah padaku tambahnya….”

Aku pun Berteriak,
                 “Wahai KAU SANG MAHA PEMILIK CINTA terimalah cintaku yang sederhana ini, izinkanlah aku merasakan cintaMu yang Maha Indah…”




  ..selamat merenung...
                                                                                                                                      ^_^